Hari ini kuawali di pagi hari. Pagi yang sangat pagi. Matahari pun belum menampakan wujudnya. Kerlap-kerlip bintang mencoba mengalahkan lampu-lampu bumi yang bersinar dengan percaya diri. Ya,dulu, bintang menjadi temanku di kala malam. Di mana di dalam rumah hanya ada lampu minyak yang terangnya temaram, bintang-bintang berlomba untuk menjadi yang paling cantik dan paling terang. Tapi sekarang, ternyata lampu-lampu menjadi saingan terberatnya.
Aku terbangun dari kasurku yang tak empuk sama sekali dan berjalan keluar.
Aku melihat lampu dinding yang terpajang satu-satunya di rumahku. Pukul 04.00 pagi. "masih pagi" pikirku. Akupun terduduk, melihat sekeliling rumahku. Rumahku yang atapnya reyot dan warnanya kekuningan karna bocor di mana-mana. Bahkan lubang menganga lebar di sudut rumahku. Aku pun duduk di kursi rumahku. berniat untuk kembali tertidur.
tiba-tiba aku terbangun di satu ruangan besar, kosong, gelap. Hanya ada 1 pintu besar di situ. Aku berjalan ke arah pintu itu, aku tau di luar sangat ramai. Aku keluar dan benar saja. Semua orang berjalan cepat bahkan berlari. Bahkan sepertinya untuk mengelap keringat di dahi mereka pun tak sempat. 1 orang berlalu di depanku. Kuputuskan untuk bertanya padanya. Aku berlari mengikuti langkahnya. Berkali-kali aku bertanya tempat apa ini. Tapi ia tidak menghiraukanku bahkan kemudian berlari.
Tempat ini sungguh modern. Di mana-mana gedung besar. Semuanya teratur dan modern. Ada 1 apartemen besar yang menarik perhatianku. Sepertinya akan menyenangkan jika aku punya 1 dari apartemen itu.
Aku pun masuk ke dalam gedung apartemen yang besar itu. Sepertinya tak ada yang sadar dan peduli aku di situ. hanya ada 1 yang mempedulikanku. Pintu masuk itu. Pintu itu menyapaku dengan bunyi "niitt"..
Sepertinya tak ada warna di tempat ini. Hanya hitam putih. Semuanya resmi.
Tiba-tiba aku melihat namaku terpampang di salah satu kamar apartemen itu.Kumasuki ruangan itu.ruangan besar dengan perabot-perabot modern di mana-mana. Aku menjingkrak kegirangan. Lalu kuingat ibu, bapa, dan kakakku. Di mana mereka? Lalu aku sadar tidak ada satupun yang bisa kutanyakan di sini. Semua orang terlalu sibuk dengan diri mereka sendiri.
Lalu aku sadar, aku terjebak di dunia aneh ini..
Tiba-tiba aku kembali terbangun di dunia yang berbeda 180 derajat dengan tempat sebelumnya.. Di bangku reyot jelek. Aku pun keluar. Kulihat mang2 sayur lewat dengan senyum lebarnya dan perutnya yang sepertinya sudah mau pecah saking buncitnya. Ibu yeyen datang menawariku gorengan hangat kembali dengan senyumnya yang dibayangi gigi ompongnya. Dan dari dalam rumah, ibu berteriak nyaring memanggilku untuk sarapan.
Sejenak aku tersenyum, bersyukur untuk semua hal sederhana di sekitarku...^^
shark sleeping bag
4 tahun yang lalu
.jpg)
2 comments:
is this story about you? or somebody else? is this one of your new novel bu neneng? i like it! Lanjutkan!
eh btw klo emang crita u why there is no little brother si martin itu? knapa cm kakak?
ehehe.. just curious..
bukan man... cuman sekeluarnya ni ceritanya juga... wkwkwkwkwkwkwk
Posting Komentar